728x90 AdSpace

Arsip BSC
  • Berita Terbaru

    Seluk Beluk Kecoa, Coro, Cucunguk...!!!

    Seluk Beluk Kecoa, Coro, Cucunguk...!!!
    Kecoa dapat bertahan walapun di bom dengan bom atom. 
    Ada pembicaraan yang menyatakan kecoa merupakan satu2nya yang dapat bertahan hidup dalam serangan bom nuklir. Belum terbukti secara ilmiah, namun ada beberapa bukti logisnya. Sel-sel hidup sensitif pada radiasi terutama ketika mereka sedang membelah (itulah efektivitas dari radiasi pada sel kanker). 

    Sel-sel kecoa membelah hanya pada saat siklus molting, sekitar sekali seminggu. Maka mereka bersifat sensitif pada radiasi hanya sekitar 48 jam, atau 1/4 minggu. Manusia memiliki darah dan immine stem-cell yang membelah secara konstan. 

    Dengan radiasi bom nuklir, semua manusia akan mati, namun hanya 1/4 dari kecoa yang akan bertahan hidup. Yang menarik, Mythbusters melakukan tes dan ternyata kecoa dapat hidup pada intensitas radiasi 10x yang dibutuhkan untuk membunuh manusia.

    Kecoa pada umumnya jarang terbang.
    Karena jika terbang, tubuh mereka akan panas namun ada sebagian kecoa yang gemar sekali terbang yang biasanya hidup di Amerika Tengah dan Selatan.

    Kecoa penyebab global warming. 
    Studi menunjukkan bahwa kecoa kentut rata2 tiap 15 menit. Bahkan setelah mati, mereka akan tetap melepaskan metana hingga 18 jam. Dalam skala global, gas dalam perut serangga diperkirakan menyumbang 20% dari semua emisi metana.

    Fakta ini menempatkan kecoa sebagai salah satu kontributor terbesar global warming. Kontributor besar lainnya adalah rayap dan sapi.

    Seluk Beluk Kecoa, Coro, Cucunguk...!!!
    Akan Mati Jika telentang. 
    Kecoa bisa mati karena tidak dapat membetulkan posisinya setelah jatuh. 

    Tanpa kemampuan untuk mengontrol ototnya, kecoa bisa mati dalam keadaan telentang.

    Tidak membutuhkan kepala. 
    Kecoa tidak membutuhkan kepala untuk dapat bertahan hidup.

    Sebagai pembanding: 



    Fungsi kepala bagi manusia:
    * Bernapas melalui hidung dan mulut, dan pernapasan dikontrol oleh otak;
    * Kehilangan kepala menyebabkan kehilangan darah secara drastis; dan
    * Kita makan melalui mulut.

    Namun bagi kecoa: 
    * Mereka bernapas melalui ventilator di seluruh tubuhnya dan otak tidak mengontrol fungsi ini;
    * Serangga tidak memiliki tekanan darah seperti pada mamalia dan tidak akan ‘bleed out’; 
    * Sebagai seekor hewan berdarah dingin, makanan yang sedikit dapat bertahan sebulan penuh.      Kecoa tanpa kepala dapat bertahan hidup cukup lama bahkan sampai 9 hari.

    Kecoa bisa menyebabkan asma. 
    Alergi kecoa pertama kali dilaporkan sekitar 50 tahun yang lalu, dan sangat berbahaya. Alergen kecoa adalah kotorannya dan serpihan2 dari bangkai kecoa yang menjadi debu dan masuk ke dalam tabung bronchial. Kepekaan terhadap debu ini memicu reaksi alergi bronkial yang dikenal sebagai asma.

    Pertumbuhan yang super cepat. 
    Sang betina dapat memproduksi 6-8 tempat telur selama 6 bulan hidupnya, yang membuat 180-320 kecoa baru. Jika hanya 10 anaknya menjadi betina subur (dan itu merupakan perkiraan kecilnya, maka  jumlahnya bisa lebih dari 100), hingga akan ada ribuan ekor kecoa dalam beberapa bulan saja.

    Mereka adalah pelari yang sangat cepat!. 
    Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan kecoa Amerika tercepat tercatat mendekati 2 mil per jam (75 cm per detik). Untuk ukuran tubuh sebesar kecoa, itu sudah tergolong sangat cepat.

    "Seekor kecoa mampu bertahan hidup tanpa makanan selama 9 hari, sebelum kecoa tersebut ,mati kelaparan”

    Alasan / sebab seseorang takut dengan kecoa :

    Seluk Beluk Kecoa, Coro, Cucunguk...!!!
    1. Kotor. 
    Kecoa suka bersarang dan menetap di tempat lembab, gelap dan kotor seperti di got, di tempat sampah, di bawah lemari, di atap rumah, dan sebagainya. Karena kaki serta badannya yang kotor maka kecoak bisa mendatangkan serta menularkan penyakit pada makhluk hidup termasuk manusia.

    2. Kakinya Yang Tajam. 
    Pernahkan kecoa berjalan menyusuri bagian tubuh anda? rasanya geli, tajam dan seram yang memberikan sensasi yang tidak menyenangkan bagi sebagian besar orang.

    3. Jalannya Oleng Dan Cepat. 
    Kecoa jalan seenak udelnya sendiri kemana pun dia mau sesuai dengan insting kebinatangannya dengan sensor dua antena di kepala.

    Gerakan serta arah jalan dan terbang kecoa tidak dapat diduga. Kecoa bisa dengan cepat dari sudut yang satu tiba-tiba mampir ke badan kita.

    4. Warnanya Yang Gelap. 
    Kecoa warnanya coklat, tapi ada juga yang warnanya putih gelap (albino kali), hitam bercorak kuning, dan sebagainya. Yang pasti warna itu terkesan kotor dan menjijikan siapa saja yang melihatnya.

    Seluk Beluk Kecoa, Coro, Cucunguk...!!!
    5. Tahan Banting
    Kecoa kota (kecoa di perkotaan) nyaris tidak punya musuh, kecuali ya kita ini yang mati-matian berusaha untuk membunuh kecoa itu. 

    Faktanya, kecoa memiliki pelindung yang kuat di punggungnya yang membuat ia tidak mudah mati dipukul. 

    Sekedar informasi, jangan kira kecoa langsung mati ketika dipukul. Beberapa menit kemudian kecoa itu akan kembali berjalan dan kabur entah kemana. 

    6. Makan Kotoran. 
    Kecoa suka makan kotoran serta sisa makanan yang berceceran. Ada juga kecoa yang senang dengan kotoran manusia. Terkadang makanan kita yang kita simpan pun dimakan kecoa jika kita tidak hati-hati menyimpan makanan.

    7. Buang air sembarangan. 


    Namanya juga binatang, jadi terserah mau buang air di mana pun dia mau. Tidak hanya kotoran saja yang dia keluarkan, namun juga telur kecoa yang bercangkang keras yang ditempatkan di tempat yang tersembunyi dan sulit dijangkau.




    Diposting oleh Poerwalaksana M.Djayasasmita
    Arsip BSC Updated pada: Minggu, Desember 28, 2014
    Poerwalaksana

    Poerwalaksana is a freelance web designer and developer with a passion for interaction design.

    Facebook Group: Bandung Social Community

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Seluk Beluk Kecoa, Coro, Cucunguk...!!! Rating: 5 Reviewed By: Poerwalaksana M.Djayasasmita
    Scroll to Top