728x90 AdSpace

Arsip BSC
  • Berita Terbaru

    Sepenggal cerita BOSSCHA....!!!

    Sepenggal cerita BOSSCHA....!!! | http://arsip-bsc.blogspot.com/
    Oleh : Iwan Suhermawan .

    Nama Bosscha sebenarnya tak dapat dipisahkan dari kota Bandung. Sifatnya yang dermawan telah melibatkannya dalam berbagai perkembangan dan kemajuan Kota Bandung di masa lalu. 

    Perkebunan Teh Malabar sudah dibuka sejak tahun 1890 oleh Preangerplanter bernama Kerkhoven yang sebelumnya sudah membuka perkebunan teh di daerah Gambung, Ciwidey. 

    Namun popularitas kawasan Kebun Teh Malabar berkembang dan memuncak setelah Kerkhoven mengangkat sepupunya, Bosscha, untuk menjadi administratur perkebunan ini pada tahun 1896.

    Sebagai seorang pekebun, Bosscha pernah menduduki jabatan ketua biro ahli bidang teh, ketua kebun percobaan, serta jabatan lain dibidang tanaman teh. Didalam istilah ukuran, Bosscha mempelopori penggantian istilah pal dengan kilometer dan bahu (Sunda=bau) dengan hektar. 

    Perannya sebagai pencinta iptek dan sebagai sosiawan nampak pada peninggalannya, antara lain peneropong bintang (Bosscha Sterrenwacht) Lembang, Technische Hoge School (ITB) dengan laboratorium fisika, serta menjadi dewan kurator sampai meninggalnya, lembaga tuli bisu (Doofstommen Institute), Blinden Instituut (Lembaga Buta), 

    Nederland Indische Jaarbeurs (sekarang gedung Kologdam), pendiri yayasan kanker, lembaga lepra Plantungan, perusahaan telpon untuk Bandung dan Priangan (Telefon Maatschappij Voor Bandung and Preanger), Leger des Heils (Bala Keselamatan), dan beberapa rumah sakit di Bandung, perusahaan listrik Bandung (de Bandungsche Electriciteists Maatschappi), pabrik alat-alat dari karet, perusahaan impor mobil serta sederet jabatan dan penasihat dalam berbagai bidang. 

    Selama 32 tahun masa pengabdiannya di perkebunan teh Malabar, Bosscha telah berhasil mendirikan dua pabrik teh, yaitu Pabrik Teh Malabar yang saat ini dikenal dengan nama Gedung Olahraga Gelora Dinamika dan juga Pabrik Teh Tanara yang saat ini dikenal dengan nama Pabrik Teh Malabar.

    Pada tahun 1901 Bosscha mendirikan sekolah dasar yang diberi nama Vervoloog Malabar. Sekolah ini didirikan untuk memberi kesempatan belajar secara gratis bagi kaum pribumi, khususnya anak-anak karyawan dan buruh di perkebunan teh Malabar agar mampu belajar setingkat sekolah dasar selama empat tahun. 

    Sepenggal cerita BOSSCHA....!!! | http://arsip-bsc.blogspot.com/
    Pada masa kemerdekaan, nama sekolah ini berubah menjadi Sekolah Rendah, kemudian berubah lagi menjadi Sekolah Rakyat, sampai pada akhirnya diganti lagi menjadi Sekolah Dasar Negeri Malabar II hingga saat ini.

    Tahun 1923, Bosscha menjadi perintis dan penyandang dana pembangunan Observatorium Bosscha yang telah lama diharapkan oleh Nederlands-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV). 

    Bersama dengan Dr. J. Voute, Bosscha pergi ke Jerman untuk membeli Teleskop Refraktor Ganda Zeiss dan Teleskop Refraktor Bamberg. 

    Pembangunan Observatorium Bosscha selesai dilaksanakan pada tahun 1928. Namun ia sendiri tidak sempat menyaksikan bintang melalui observatorium yang didirikannya, karena pada tanggal 26 November 1926 ia meninggal beberapa saat setelah dianugerahi penghargaan sebagai Warga Utama kota Bandung dalam upacara kebesaran yang dilakukan Gemente di Kota Bandung.

    Bosscha meninggal dunia di pangkuan Suminta, seorang buruh perkebunan. Hal ini seolah menjadi simpul sejarah hidupnya di perkebunan yang memang terkenal dekat dan baik hati terhadap para pekerja. Sesuai dengan permintaannya sendiri, Bosscha dimakamkan di hutan kecil yang kini dijadikan Cagar Alam Malabar. Dan Telegram ke Belanda mengabarkan permintaan terakhir Bosscha ini dikirim dari Gunung Puntang.


    Diposting oleh Poerwalaksana M.Djayasasmita
    Arsip BSC Updated pada: Selasa, September 17, 2013
    Poerwalaksana

    Poerwalaksana is a freelance web designer and developer with a passion for interaction design.

    Facebook Group: Bandung Social Community

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sepenggal cerita BOSSCHA....!!! Rating: 5 Reviewed By: Poerwalaksana M.Djayasasmita
    Scroll to Top